Sale!

Perempuan dan Modernitas: Perubahan Adat Perkawinan Minangkabau Pada Awal Abad ke-20”

Rp70,000 Rp68,000

Judul: Perempuan dan Modernitas (Perubahan Adat Perkawinan Minangkabau Pada Awal Abad ke-20)

Penulis: Selfi Mahat Putri, S.S., MA (Alumni S2 Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada)

Tebal: 174 halaman

Harga: Rp. 70.000

Pemesanan: 0852 284 63 184 (WA only)

Categories: , ,

Description

Judul: Perempuan dan Modernitas (Perubahan Adat Perkawinan Minangkabau Pada Awal Abad ke-20)

Penulis: Selfi Mahat Putri, S.S., MA (Alumni S2 Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada)

Tebal: 174 halaman

Harga: Rp. 70.000

Pemesanan: 0852 284 63 184 (WA only)

Sinopsis:

Buku ini disunting dari tesis penulis yang berjudul “Perempuan dan Modernitas: Perubahan Adat Perkawinan Minangkabau Pada Awal Abad ke-20”. Berangkat dari pembacaan penulis terhadap karya sastra angkatan lama yang diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun 1920an. Sebut saja Abdul Muis “Salah Asuhan”, Hamka “ Merantau ke Deli”, “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”, Di Bawah Lindungan Ka’bah” dan karya Marah Rusli yang cukup fenomenal yaitu “Siti Nurbaya” yang ditulis oleh pujangga dari Minangkabau ini memperlihatkan potret kehidupan perempuan Minangkabau dengan permasalahan adat perkawinan dalam masyarakat Minangkabau.

Menelusuri fiksi bahwa ada fakta sejarah yang terjadi dalam masyarakat pada masanya. Sehingga penulis tertarik melihat bagaimana pengaruh modernitas terhadap perempuan Minangkabau dalam hal perkawinan pada awal abad ke-20. Sebuah masa transisi antara kehidupan yang masih diatur oleh adat dengan kehidupan baru yaitu modernitas yang masuk dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Modernitas yang terjadi dalam masyarakat Minangkabau telah membawa pengaruh terhadap kehidupan perempuan Minangkabau. Perempuan Minangkabau yang sebelumnya bergerak dalam bidang domestik, berada di seputaran rumah gadang akhirnya beralih ke dunia publik dengan pindah ke rantau. Mereka memasuki dunia jurnalistik yang selalu dianggap dunia “milik laki-laki”. Apalagi dengan lahirnya surat kabar Soenting Melajoe pada tahun 1912, surat kabar perempuan pertama di Sumatera. Lewat surat kabar ini perempuan Minangkabau berkeluh kesah mengeluarkan suara hati mereka. Mengkritisi aturan-aturan adat yang telah mengekang mereka untuk bergerak maju.

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Perempuan dan Modernitas: Perubahan Adat Perkawinan Minangkabau Pada Awal Abad ke-20””

Your email address will not be published. Required fields are marked *