Sale!

HARAMKAH CADAR? Dinamika Pemahaman Pemakaian “Cadar” di Kampus

Rp62,000 Rp60,000

Judul: HARAMKAH CADAR? Dinamika Pemahaman Pemakaian “Cadar” di Kampus

Penulis: Dr. Rahima Sikumbang, Lc., MA (Alumni S3 Al Azhar University)

Tebal: 132 halaman

Harga: Rp. 62.000

Pemesanan: 0852 284 63 184 (WA Only)

Categories: ,

Description

Judul: HARAMKAH CADAR? Dinamika Pemahaman Pemakaian “Cadar” di Kampus

Penulis: Dr. Rahima Sikumbang, Lc., MA (Alumni S3 Al Azhar University)

Tebal: 132 halaman

Harga: Rp. 62.000

Pemesanan: 0852 284 63 184 (WA Only)

Sinopsis:

Tulisan ini timbul dikarenakan adanya persoalan yang cukup heboh terjadi di kampus IAIN Bukittinggi terhadap pelarangan bercadar bagi mahasiswi dan dosen perempuan dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). IAIN Bukittinggi konsisten untuk menjalankan aturan Kode Etik yang ada di kampus karena IAIN berpatokan bahwa pakaian yang diterapkan di kampus sudah sesuai dengan syari’ah (tidak bertentangan dengan syari’ah). Pihak yang bersikukuh untuk memakai cadar dalam lingkungan kampus memberikan berbagai dalil dan alasan. Baik alasan agama, maupun alasan hak asasi manusia (HAM), dan lain sebagainya. Bagi yang bersikukuh melarang juga melakukan hal yang sama.

Penulis mencari lafaz niqab (cadar) di dalam Al Quranul karim dan As Sunnah An Nabawiyah. Kemudian penulis mencari di dalam buku-buku sejarah Arab zaman dahulu soal pemakaian cadar di kalangan Arab dan juga agama lain seperti Yahudi dan Nasrani. Bagaimana orang Yahudi dan Nasrani dalam hal pemakaian cadar, apakah dia masuk ke dalam hukum agama mereka atau hanya sekedar adat istiadat saja?

Penulis mencoba mencari pandangan-pandangan ulama Salaf dan Khalaf (mutaqaddimin dan mutaakhirin ) dalam hukum cadar. Ada ulama yang mewajibkan cadar, menyunnahkannya, memubahkannya bahkan sampai ada yang memakruhkannya. Penulis pun mengemukakan pandangan sendiri dalam hal ini.

Cadar itu bisa hukumnya wajib apabila dikhawatirkan terjadi fitnah yang cukup besar dengan melihat kecantikan wajah perempuan dan akan membahayakan dirinya sendiri bila dipandang kaum Adam. Hukumnya sunnah, bila dengan bercadar dia merasa menjaga dirinya dari lelaki. Atau hukumnya mubah, boleh-boleh saja, mau pakai atau tidak.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “HARAMKAH CADAR? Dinamika Pemahaman Pemakaian “Cadar” di Kampus”

Your email address will not be published. Required fields are marked *