Sale!

SILENT INVASION: Orang-Orang Cina di Asia Tenggara

Rp85,000 Rp82,000

Judul: SILENT INVASION (Orang-Orang Cina di Asia Tenggara)

Penulis: Garth Alexander

Tebal: 319 halaman

Harga: Rp. 85.000,-

Pemesanan: 0852 284 63 184 (WA saja)

Categories: , ,

Description

Judul: SILENT INVASION (Orang-Orang Cina di Asia Tenggara)

Penulis: Garth Alexander

Tebal: 319 halaman

Harga: Rp. 85.000,-

Pemesanan: 0852 284 63 184 (WA saja)

Sinopsis:

Buku setebal 319 halaman ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada kita untuk memahami sepak terjang ekonomi dan politik Etnis China di Asia Tenggara.

Setidaknya bagi khalayak di tanah air, berbagai kisah yang disajikan oleh Garth Alexander dalam karya beliau memperlihatkan suatu keterpautan antara apa yang merebak dalam masyarakat Indonesia saat ini dengan suasana yang berlaku pada masa lampau. Sama seperti pada masa yang lampau, kekhawatiran terhadap orang-orang Cina kembali muncul pada dasawarsa kedua abad paling mutakhir ini. Pada satu sisi, setidaknya di antara sebagian kaum elite dari masyarakat yang disebut sebagai “pribumi,” mencuat kembali ketidakpuasan terhadap dominasi para pengusaha etnik Cina dalam bidang ekonomi, khususnya terhadap sepak terjang dari apa yang mereka sebut sebagai “konglomerat hitam.”

Ketidakpuasan ini memperlihatkan bahwa apa yang oleh George Aditjondro disebut sebagai “mitos dominasi orang Cina” masih merupakan sebuah isu yang memicu keprihatinan sebagian kalangan di Indonesia pada saat ini.

Keprihatinan tersebut semakin menguat bersamaan dengan merebaknya kekhawatiraan bahwa orang-orang Cina, yang selama ini dipersepsikan sebagai penguasa ekonomi di Indonesia, kini dianggap berpeluang pula untuk menguasai politik negeri ini.

Sebagian elite “pribumi” juga mengkhawatirkan kerentanan orang-orang Cina untuk diperalat oleh pemerintah Republik Rakyat Cina di Beijing. Padahal, kecuali para pendatang baru dari daratan Cina (yang seringkali dijuluki sebagai “migran baru”), dapat dikatakan bahwa seluruh orang Cina di Indonesia masuk dalam kategori etnik Cina Indonesia, yang bagian terbesarnya telah berakar dan bercampur dengan budaya setempat. Orang Cina yang masuk dalam kategori ini disebut dengan istilah “orang seberang laut beretnik Cina” (Chinese Overseas ). Istilah ini dibedakan secara tegas dari “orang Cina seberang laut” (Overseas Chinese , atau huaqiao), yang merujuk pada orang-orang berkebangsaan Cina yang berada di luar negeri.

Sayangnya, kecurigaan terhadap saudara sebangsa yang beretnik Cina tersebut tidak hanya berkembang di sebagian kalangan elite “pribumi,’ namun juga hadir dalam jumlah yang cukup penting dalam masyarakat pada umumnya.

Setidaknya, itulah yang diperlihatkan oleh hasil survey berskala nasional yang dilakukan oleh ISEAS Yusof Ishak Institute, sebuah lembaga riset yang berbasis di Singapura.9 47, 6 persen dari responden yang berpartisipasi dalam survey tersebut setuju dengan anggapan bahwa etnik Cina di Indonesia masih memiliki kesetiaan terhadap Cina. Sebesar 41,9 persen dari para responden juga beranggapan bahwa orang-orang etnik Cina memiliki pengaruh politik terlalu banyak di Indonesia, sedangkan 64,4 persen menyatakan bahwa mereka tidak nyaman bila dipimpin oleh politisi etnik Cina.

(Dr. Johanes Herlijanto adalah staf pengajar pada program Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Ia memperoleh gelar doktor dalam bidang Antropologi dari Vrije Universiteit (VU) Amsterdamdan Macquarie University, Sydney)

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “SILENT INVASION: Orang-Orang Cina di Asia Tenggara”

Your email address will not be published. Required fields are marked *