HOME----- PROFIL----- LAYANAN PENERBITAN BUKU----- KATALOG----- KONTAK----- VIDEO

TESTIMONI TOKOH...... "Saya ikut mendoakan semoga Gre Publishing jadi penerbit besar..." (Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag - Ketua PP. Muhammadiyah) "Saya juga turut berdoa semoga Gre Publishing semakin berkembang dan itu bagian dari upaya untuk membentuk budaya literasi bagi masyarakat kita yang umumnya masih berada dalam 'oral culture'...." (Prof. Drs. Rusdi Muchtar, MA - Profesor Riset LIPI Indonesia) Mambangkik Batang Tarandam (Reaktualisasi visi Kebangsaan Bung Hatta dan Bung Sjahrir) – Gre Publishing
gre.publishing@gmail.com
+62 85228463184
Sale!

Mambangkik Batang Tarandam (Reaktualisasi visi Kebangsaan Bung Hatta dan Bung Sjahrir)

Rp65,000 Rp63,000

Judul: Mambangkik Batang Tarandam (Reaktualisasi visi Kebangsaan Bung Hatta dan Bung Sjahrir)

Penulis: Fridiyanto

Tebal: 220 halaman

Harga: Rp. 65.000

Category:

Product Description

Judul: Mambangkik Batang Tarandam (Reaktualisasi visi Kebangsaan Bung Hatta dan Bung Sjahrir)

Penulis: Fridiyanto

Tebal: 220 halaman

Harga: Rp. 65.000

Sinopsis:

Hatta dikenal dengan ungkapan “Dwi Tunggal”, karena duet politiknya dengan Sukarno, namun di dalam buku ini saya lebih memilih memasangkan Hatta dengan Sjahrir. Hatta dan Sjahrir hingga akhir hayatnya bisa dikatakan tidak memiliki “dendam abadi” sebagaimana misalnya dendam politik Sukarno terhadap Sjahrir. Hatta dan Sjahrir terkenal di kalangan pergerakan sebagai sekutu abadi. Hatta dan Sjahrir telah banyak melewati suka cita bersama, di perantauan ketika di Belanda, masa-masa aktivisme di Hindia Belanda, dimana mereka selalu dibuang bersamaan, mulai dari Boven Digul hingga Banda Neira.
Hatta dan Sjahrir merupakan tokoh yang tidak menyukai gegap gempita. Hal ini dapat dilihat dari pilihan gerakan politik mereka, ketika mendirikan dan terlibat mengelola PNI Pendidikan, Hatta dan Sjahrir visi utamanya adalah mempersiapkan kader-kader bangsa. Begitu juga ketika Sjahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang tidak mengikuti arus utama partai-partai masa itu yang cenderung kepada partai massa yang lebih mengutamakan aksi mobilisasi, dan demonstrasi. Akibatnya Sjahrir harus menuai kekalahan, karena corak politik Sjahrir yang masa itu belum dianggap relevan dengan kondisi yang ada. Namun Sjahrir tetap teguh, bahwa baginya partai politik tidak harus dipenuhi massa, namun cukup dikelola beberapa kader yang handal dan berkomitmen saja yang selanjutnya mereka akan memberikan pendidikan politik kepada rakyat.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Mambangkik Batang Tarandam (Reaktualisasi visi Kebangsaan Bung Hatta dan Bung Sjahrir)”

Your email address will not be published. Required fields are marked *