HOME----- PROFIL----- LAYANAN PENERBITAN BUKU----- KATALOG----- KONTAK----- VIDEO

Ayo Buruan Datang... Bazar Buku Gre Publishing dalam rangka Ulang Tahun KOPMA UIN Imam Bonjol Padang. Acara 9 - 14 Oktober 2017 @ Aula Haji Mansur UIN Imam Bondjol Padang TESTIMONI TOKOH...... "Saya ikut mendoakan semoga Gre Publishing jadi penerbit besar..." (Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag - Ketua PP. Muhammadiyah) "Saya juga turut berdoa semoga Gre Publishing semakin berkembang dan itu bagian dari upaya untuk membentuk budaya literasi bagi masyarakat kita yang umumnya masih berada dalam 'oral culture'...." (Prof. Drs. Rusdi Muchtar, MA - Profesor Riset LIPI Indonesia) Mau Kemana Minangkabau? – Gre Publishing
gre.publishing@gmail.com
+62 85228463184
Sale!

Mau Kemana Minangkabau?

Rp75,000 Rp70,000

Judul: MAU KEMANA MINANGKABAU?
Analisis Hermeneutika atas Perdebatan Islam dan Adat Minangkabau

Penulis: Dr. Widia Fithri

Tebal: 331 halaman

Harga: Rp. 75.000

Category:

Product Description

Judul: MAU KEMANA MINANGKABAU?
Analisis Hermeneutika atas Perdebatan Islam dan Adat Minangkabau

Penulis: Dr. Widia Fithri

Tebal: 331 halaman

Harga: Rp. 75.000

Pemesanan: 0852 284 63 184 (WA/SMS)

Sinopsis:

Salah seorang tokoh Minangkabau yang mendokumentasikan tentang Islam dan Minangkabau adalah HAMKA. HAMKA dalam bukunya menulis bahwa Minangkabau itu adalah Islam. HAMKA menilai bahwa budaya Minangkabau sebelumnya adalah budaya jahiliyah dan harus diganti dengan budaya yang Islami. Jika Minangkabau itu tidak berbudaya Islam bukanlah Minang namanya tapi sudah kerbau (kabau). HAMKA juga menyamakan dengan Melayu, Melayu kalau tidak Islam, tidak Melayu namanya tapi sudah layu.

Bagaimana ketegangan yang selalu ada antara Islam dan Adat Minangkabau dimungkinkan untuk menciptakan dinamika yang bersifat kreatif demi kemajuan Minangkabau ke depan? Bagaimana membaca pemikiran Hamka dalam mencari makna yang termuat dalam konsep Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah dalam perjalanan sejarah Minangkabau?
Realitas Islam dan adat Minangkabau menjelaskan persoalan bertemunya nilai-nilai ketuhanan yang diacu oleh sekelompok masyarakat dengan realitas historis, sosial dan budaya. Islam ketika memasuki ranah historis ini, maka mau tidak mau akan berhadapan dengan penafsiran, interpretasi dan penghayatan sebuah masyarakat. Persoalan berikutnya muncul disaat Islam dan adat Minangkabau terdokumentasi lewat bahasa, sedangkan bahasa itu sendiri merupakan hasil konsensus yang disepakati oleh manusia. Manusia dikonstruksi oleh kode bahasa dan harus patuh dengan kode bahasa tersebut bila berkomunikasi. Pemahaman terhadap kode bahasa dalam menangkap makna teks, membutuhkan ilmu dalam menafsirkan teks yakni hermeneutika. Analisis hermeneutika dalam wacana Islam kontemporer sangat penting guna menghindari rumusan keagamaan yang dalam bahasa Amin Abdullah over sensitive, sangat peka, emosional bahkan kadang-kadang cenderung menimbulkan kekerasan sehingga kehilangan dimensi rasional kritisnya dan tunduk pada tekanan dan tuntutan psikologis manusia. Hal ini disebabkan karena manusia yang menginterpretasi pesan Tuhan kadang-kadang tidak menyadari keterbatasannya dan mengambil begitu saja kewenangan Tuhan.

Pembacaan model hermeneutika mengandaikan adanya struktur dasar yang melibatkan 1) teks (text), 2) penulis atau pengarang (author), dan 3) pembaca (reader) dalam dinamika pencarian makna teks. Jika ditarik dalam penelitian ini maka ketiga unsur tersebut terdiri atas teks yang dikaji yakni Islam dan adat Minangkabau karya HAMKA, HAMKA sebagai pengarang dan masyarakat Minangkabau dengan berbagai perspektif, latar belakang keilmuan, yang berada di ranah maupun di rantau sebagai pembaca. Tujuan pembacaan ini adalah mengeluarkan makna yang objektif, kreatif, serta akomodatif untuk perkembangan Minangkabau dewasa ini dan bukannya makna yang bersifat otoriter, diskriminatif dan manipulatif.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Mau Kemana Minangkabau?”

Your email address will not be published. Required fields are marked *