IDENTITAS KOLEKTIF KOMUNITAS JAZZ JOGJA

Judul: IDENTITAS KOLEKTIF KOMUNITAS JAZZ JOGJA

Penulis: Wilton Djaya (Alumni S2 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)

Tebal: 98 halaman

Harga: Rp. 37.000

Pemesanan: 085228463184

Sinopsis:

Perjalanan Komunitas Jazz Yogyakarta bisa dibilang menanjak sejak jazz musik yang populer dinikmati kaum urban perkotaan. Jazz menjadi penanda dan modal budaya bagi kaum yang berasal dari kelas sosial menengah/atas. Belum lagi, jazz sebagai pembeda kelas sosial ikut membentuk identitas penikmatnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa eksistensi Komunitas Jazz Yogyakarta ikut terbantu dengan tren ini. Meskipun sempat berpindah-pindah tempat pertunjukan dan terjadinya perbedaan pemahaman antar anggota mengenai jazz, namun kiprah komunitas ini tetap berjalan dengan jam session yang sering digelar setiap Senin dengan tajuk “Jazz Mben Senen”.

 

Berangkat dari masalah pengkategorian jazz sebagai musik kelas atas dan hadirnya Komunitas Jazz Yogyakarta sebagai sebuah gerakan yang ingin mengembalikan lagi semangat awal jazz, penulis melakukan pendekatan etnografis melalui observasi langsung, wawancara mendalam serta studi literatur untuk menghasilkan sebuah tulisan akademik yang menjadi bagian dari tugas akhir pada Program Studi Kajian Budaya dan Media, Universitas Gadjah Mada. Kini, tugas akhir tersebut ada di tangan para pembaca yang budiman dalam bentuk buku.

Buku ini pun menjadi sebuah kajian mendalam tentang aktifitas sebuah komunitas yang hadir sebagai media berekspresi bagi kelas-kelas sosial dalam masyarakat urban di Yogyakarta. Jazz yang kini dianggap sebagai musik bagi orang pintar dan berasal dari kelas menengah atas ikut membentuk selera dan identitas pendengarnya/para penonton pertunjukan. Komunitas Jazz Yogyakarta hadir dan melakukan perlawanan terhadap wacana tersebut. Kehadiran mereka pun tidak hanya mewarnai geliat aktifitas-aktifitas budaya dalam masyarakat urban, namun menjadi momentum kebangkitan komunitas itu sendiri untuk dapat lebih mengokohkan eksistensi mereka di antara komunitas-komunitas serupa yang memiliki selera berbeda dalam genre atau jenis musik.